KULON PROGO – Upaya mendorong pertanian DIY naik kelas mendapat penguatan melalui kolaborasi Bank BPD DIY dan Pemda DIY. Hal itu ditandai penyerahan secara simbolis CSR Program Agro Edukasi Pertanian senilai Rp200 juta dari Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho di Jogja Agro Park (JAP), Nanggulan, Kulon Progo, Senin (10/8).
Penyerahan CSR berlangsung bersamaan dengan Panen Perdana Melon di JAP yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, dan sejumlah pihak terkait. Panen tersebut menjadi salah satu bukti konkret sinergi DPKP DIY, Bank BPD DIY, dan PT Tani Murni Indonesia dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.
Dukungan CSR Bank BPD DIY tersebut diarahkan untuk pengembangan kawasan agroedukasi, antara lain green house melon, anggur, dan anggrek, serta peternakan ayam. Pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran teknologi pertanian bagi petani dan masyarakat.
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, Bank BPD DIY berkomitmen terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di DIY. Dukungan CSR menjadi bagian dari kontribusi perseroan untuk memperkuat penerapan teknologi sekaligus memperluas manfaat edukasi pertanian.
“Melalui dukungan CSR Program Agro Edukasi Pertanian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi budidaya hortikultura sekaligus memperkuat fungsi Jogja Agro Park sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong pertanian yang semakin modern, produktif, edukatif, dan berkelanjutan,” ujar Santoso.
Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, pengembangan JAP terus dilakukan untuk mewujudkan pertanian tangguh yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu upayanya dilakukan melalui Jogotani (Jalur Gagasan Teknologi Pertanian Guna Peningkatan Akses Layanan Informasi Pertanian).
“Jogja Agro Park terus melakukan proses pembenahan dan pengembangan untuk mewujudkan pertanian tangguh dan tidak ketinggalan zaman,” kata Aris.
Aris mengatakan, CSR Bank BPD DIY menjadi salah satu dukungan dalam pengembangan agroedukasi di JAP. Teknologi diterapkan sesuai karakteristik komoditas. Green house melon menggunakan sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique), green house anggrek menggunakan irigasi kabut, sedangkan green house anggur menerapkan irigasi tetes.
Untuk melon, dikembangkan varietas MPR 15, MPR 22, dan MPR 661 dari PT Tani Murni Indonesia. MPR 661 diberi nama ND Mandhara. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran teknologi budidaya yang dapat dimanfaatkan petani.
Kepala UPTD BPSDMP DIY Anita Windrati mengatakan, dukungan CSR Bank BPD DIY sangat membantu pengelolaan JAP sebagai wahana agroeduwisata pertanian milik Pemda DIY. Sarana dan prasarana yang lebih memadai membuat teknologi budidaya dapat dikembangkan secara lebih optimal.
“CSR ini sangat membantu. Green house anggur, melon, dan anggrek menjadi lebih berdaya guna karena dapat menghasilkan produksi yang lebih maksimal dibandingkan sebelumnya dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” tutur Anita.
Menurut Anita, JAP tidak hanya menjadi tempat menghasilkan komoditas, tetapi juga ruang pembelajaran mengenai cara budidaya dan teknologi pertanian. Dengan demikian, petani dan masyarakat dapat melihat sekaligus mempelajari penerapan teknologi secara langsung.
Kolaborasi Bank BPD DIY, DPKP DIY, dan PT Tani Murni Indonesia menunjukkan bahwa transformasi pertanian membutuhkan kerja bersama. Dukungan CSR senilai Rp200 juta menjadi salah satu pengungkit agar teknologi dan pengetahuan dapat hadir lebih dekat dengan petani.
Panen melon di JAP menjadi gambaran arah pertanian DIY ke depan. Bukan sekadar mengejar hasil produksi, tetapi membangun pertanian yang modern, produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Dari green house Nanggulan, kolaborasi tersebut menanam pengetahuan untuk memanen masa depan pertanian DIY.